Jurnal Lexscripta Vol 1 No1 Tahun 2013 (Edisi Perdana)

Pada edisi perdana ini, sebagai artikel pembuka diketengahkan gagasan dari perspektif kajian Hukum Agraria oleh Husen Alting yang menulis tentang model penyelesaian konflik agraria. Mengambil contoh fenomena konflik agraria yang sering terjadi di Provinsi Maluku Utara, penulis memberikan gagasan berupa rekonseptualisasi hubungan penguasaan tanah dalam rangka penanaman modal tidak dilakukan melalui pelepasan atau penyerahan hak, akan tetapi melalui suatu perjanjian hak pakai/sewa antara perusahaan dan pemilik tanah untuk jangka waktu tertentu dengan pemberian kompensasi kepada masyarakat. Dengan model seperti ini dinilai tidak akan menghambat program investasi di daerah dikarenakan adanya konflik agraria. Berlanjut pada kajian hukum adat yang mengangkat persoalan eksistensi hukum adat dalam pelaksanaan otonomi daerah oleh Nam Rumkel. Eksistensi hukum adat Larwul Ngabal di Kepulauan Kei Provinsi Maluku menjadi sampel penulis dalam mengkaji ada tidaknya eksistensi hukum adat dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah yang berdampak pada pengembangan dan pemajuan pembangunan di daerah tersebut. Selanjutnya pada kajian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Nelman Kusuma menjabarkan filosofi dan penegakan hak asasi manusia dalam paradigma negara hukum di Indonesia. Pada intinya artikel ini membahas tentang masih lemahnya pengakuan dan jaminan hak asasi manusia dari negara kepada warganya diakibatkan masih lemahnya penegakan hukum di Indonesia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*